Lebarkan Sayap, Bentuk Komisariat Baru di STAI At Tahdzib

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jombang (PC. PMII Jombang) lebarkan sayap dengan membentuk Komisariat baru di Kampus STAI At Tahdzib, Ngoro, Kabupaten Jombang. Sabtu (12/12).  Kampus At Tahdzib merupakan kampus yang berada dalam naungan satu yayasan dengan Pondok Pesantren At Tahdzib. Secara kultur, sebagian besar mahasiswanya merupakan santri. 

M. Naqib Abdullah, salah satu inisiator pendirian Komisariat At Tahdzib mengatakan, bahwa Kampus At Tahdzib berhaluan Islam Ahlussunah Wal Jama’ah an nahdliyah, jadi sudah sepantasnya mahasiswanya harus masuk PMII agar sejalur dengan NU. “Sebenarnya cikal bakal terbentuknya Komisariat persiapan PMII At Tahdzid sudah kami gagas beberapa tahun yang lalu. Namun baru bisa melaksanakan Mapaba di tahun 2019 kemarin dan masih menjadi satu dengan Komisariat Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng. Alhamdulillah, tahun ini kita bisa berdiri sendiri dan mendirikan di Kampus At Tahdzib,” ungkapnya semalam (12/12). 

Menurutnya, meskipun kebanyakan mahasiswa di Kampus At Tahdzib merupakan santri, namun, hal itu adalah sesuatu kekuatan yang akan menjadi ciri khas dari Komisariat At Tahdzib. “Kami ingin mahasiswa At Tahdzib tidak hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu yang hanya kuliah dan pulang ke pondok saja. Namun, bisa memberi sumbangsih yang lebih bagi bangsa, negara dan agama,” tukasnya. 

Sementara itu, M. Irkham, Ketua Umum PC. PMII Jombang mengatakan, pembentukan Komisariat Persiapan ini, merupakan salah satu program pengkaderan yang wajib dilaksanakan guna membentengi mahasiswa dari pola pikir radikal dan idiologi lain yang bisa merusak mental dari mahasiswa saat ini. “Kami, sebisa mungkin ingin membuka Komisariat di seluruh kampus yang ada di Jombang,” katanya. 

M. Irkham menjelaskan, kampus merupakan ladang kaderisasi bagi PMII. At Tahdzib juga merupakan komisariat yang potensial dan bisa menjadi komisariat rujukan bagi komisariat lain dengan kultur pesantren dan santrinya. Menurutnya, peran seorang santri saat ini sangat dibutuhkan untuk masa yang akan datang. Mengingat zaman sekarang penuh dengan modernisasi. Ini, kata dia, merupakan musuh bangsa yang mengharuskan rakyat Indonesia tidak lagi perang dengan penjajah namun perang dengan ideologi. 

“Saya harap, para mahasiswa At Tahdzib tidak berkecil hati dengan ruang yang terbatas karena kebanyakan adalah santri. Namun, ini adalah kekuatan besar bagi PMII. Santri tidak boleh tergerus dengan arus globalisasi namun santri harus bisa menguasai era globalisasi menjadi globalisantri,” ujarnya. 

Irkham berharap, hal ini menjadi motivasi bagi kepengurusan PC PMII Jombang selanjutnya untuk mendirikan PMII di kampus umum yang ada di Jombang. “Target kedepan, semua kampus bisa ada PMII semua. Selama ini kami memang kesulitan untuk masuk kampus umum,” pungkasnya Dengan terbentuknya Komisariat Persiapan PMII At Tahdzib kini di Jombang ada 7 Komisariat dengan 11 Kampus dari 14 kampus yang ada di Jombang. (Rohmadi/Fitriana)

Share your thoughts