PKD PMII HA di Klenteng, Bentuk Toleransi Beragama

Untuk meningkatkan mutu dan wawasan keilmuan mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Hasyim Asyari mengadakan Pelatihan Kader Dasar (PKD). Acara yang berlangsung selama 4 hari (19-22/12/19) dilaksanakan di Aula Klenteng Gudo Hong San Kiong, Jombang Jawa Timur.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan sahabat-sahabat dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini, karna dengan diadakannya di tempat kami adalah suatu bentuk toleransi beragama,” ungkap Tony Hartono, Ketua Yayasan Klenteng Gudo Hong San Kiong.

Menanggapi ungkapan Ketua Yayasan Klenteng Gudo, Ketua Umum PMII Cabang Jombang, Sahabat Irkham Thamrin mengungkapkan harapannya mengapa acara ini diakan di tempat ini pada semua peserta PKD.

“Diadakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang bertempat di Klenteng Gudo Hong San Kiong ini mengharapkan  kader-kader PMII memiliki jiwa toleransi yang diwariskan oleh Gus Dur. Dan sebagaimana yang kita ketahui bahwa bulan ini adalah bulan haulnya sang guru bangsa,” ungkapnya.

Pelatihan Kader Dasar (PKD) adalah lanjutan dari perkaderan tingkat dua, yang mana peserta  sebelumnya wajib mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA). Dengan diadakan pelatihan dasar ini, panita dan pengurus PMII mengharapkan kader PMII memiliki jiwa toleransi terhadap sesama manusia.

“Saya harap dengan proses ini, kader PMII memiliki jiwa toleransi. Sebagaimana maqolah yang berbunyi ‘khoiru Ashab man yadulluka ‘ala al-khoiri’ yakni sebaik-baiknya sahabat adalah yang selalu menujukkan pada kebenaran,” ungkap Yasrul Ihza, Ketua PKD PMII.

Menurut Yasrul, maqolah ini tidak hanya berlaku kepada sesama muslim saja, akan tetapi untuk semua orang mengingat toleransi itu sangatlah penting, sebagaimana yang Gus Dur ajarakan.

Acara PKD ini mengangkat tema “Resolusi Jihad dalam Pergerakan Demi Terciptanya Kader Ulil Albab”. Dihadiri oleh kader-kader PMII dari berbagai Mahasiswa Universitas kota di Jawa Timur. Seperti Kediri, Surabaya, Jember, Tuluangung, Lamongan, Gresik, dan Madura. (Dimas Setyawan)

Share your thoughts